Kenapa Nikah?


AQSOL MADINAH- Mungkin anda heran dengan judul ‘kenapa nikah?’, bukan ‘kapan nikah?’, padahal masyarakat kita lebih sering bertanya ‘kapan nikah?’. Ketika kondangan misalnya, pasti banyak yang bertanya ‘kapan nyusul?’, pertanyaan yang masih satu rumpun dengan ‘kapan nikah?’. Well, dari pada membahas pertanyaan yang menyayat hati para muda-mudi, mending kita bahas pertanyaan yang lebih bernutrisi tinggi, kenapa nikah?

Kata mereka yang sudah menikah

Coba anda tanya ‘kenapa menikah?’ kepada teman, saudara, tetangga atau siapa saja! Yang penting dia sudah menikah. Tentunya jawaban mereka akan beraneka ragam, mulai dari karena sudah berumur (tua), karena disuruh orang tua, karena  ingin punya anak atau mungkin karena bosan bosan dengan pertanyaan ‘kapan nikah?’ yang datang bertubi-tubi. Ada juga jawaban yang lebih islami seperti; karena ingin dilapangkan rejeki, karena menikah adalah sunah atau karena ingin terhindar dari maksiat.

Tidak ada yang salah dengan jawaban tersebut. Namun, sebagai seorang muslim kita perlu juga tahu bagaimana Islam memandang, memerintahkan dan mengatur pernikahan.

Berikut adalah dalil-dalil Qur’an yang berkaitan dengan nikah:

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [QS. Ar. Ruum (30):21].
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”  [QS. Adz Dzariyaat (51):49].

Menurut ayat diatas, kenapa nikah? Karena dengan nikah kita cenderung lebih merasa tentram kepada pasangan kita. Kita juga dianugerahi oleh Allah rasa kasih sayang yang merupakan anugerah terindah dari Allah. Selain itu, dengan menikah kita juga bisa lebih mengingat kebesaran Allah, karena setelah menikah kita akan mendapatkan banyak nikmat yang besar dan luar biasa tanpa kita duga.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri (bujangan) di antara kalian dan orang-orang soleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya [ QS. An-Nur (24): 32]

Jadi buat para muda-mudi yang belum mapan, tidak usah khawatir! Allah yang menjamin kita, Allah yang memberi makan kita, istri kita dan anak-anak kita. Bahkan Allah berjanji akan menjadikan kaya orang miskin yang menikah. Masyaallah. Bersegeralah!

“Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rejeki yang melimpah (yaitu Surga)” [QS. An Nuur (24):26].

Berdasarkan pengalaman, biasanya para calon suami-istri  akan cenderung memikirkan kekurangan pasangannya. Padahal, dirinya sendiri belum tentu lebih baik dari pasangannya. Ingatlah bahwa semua muslim sama, tidak ada yang membuat seorang muslim lebih baik dari muslim lainnya kecuali ketakwaannya. Adapun masalah ketakwaan, itu hanya Allah yang tahu. Jadi kita sebagai hamba tidak layak untuk merasa lebih baik dari orang lain. Oya merasa lebih baik dari orang lain itu termasuk sombong kan? Hehe.

Ada juga beberapa hadits yang menerangkan tentang nikah. Silahkan disimak:

Wahai generasi muda, barangsiapa diantara kamu telah mampu berkeluarga hendaklah ia menikah, karena menikah dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barang siapa belum mampu hendaknya berpuasa sebab ia dapat mengendalikanmu.(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Inilah jawaban lain dari pertanyaan kenapa nikah? Karena dengan nikah pandangan kita akan lebih tunduk, lebih terjaga dan nikah juga akan memelihara kemaluan. Jangan lupa untuk para bujangan yang belum mampu menikah, silahkan berpuasa supaya aktifitas anda lebih terkendali hehe (if you know what i mean).

Anas Ibnu Malik Radiliyallaahu ‘anhu berkata,”Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang”. Beliau bersabda, “Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga dihadapan para Nabi pada hari kiamat. (HR. Ahmad)

Alasan kenapa nikah selanjutnya adalah karena Rasulullah SAW yang memerintahkan, masih mau membantah? Tidak hanya memerintahkan, beliau bahkan melarang untuk membujang. Hmm.. ternyata bujangan adalah status yang tidak disukai oleh Rasulullah SAW. Jangan lupa juga, alasan lain kenapa nikah adalah agar kita banyak menghasilkan keturunan untuk memperjuangkan Islam dan untuk investasi masa depan (akhirat).

Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku!” . (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

Kita harus hati-hati nih sob! Jangan sampai kita tidak suka atau tidak ingin menikah. Kenapa? Karena jika seseorang enggan untuk menikah, itu berarti orang tersebut tidak termasuk golongan Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk dan diakui sebagai golongan Rasulullah SAW. Amin.

Jadi kenapa nikah?

Menikah memang tidak semudah yang kita bayangkan, tapi menikah juga tidak sesulit seperti yang kita pikirkan. Sebenarnya tujuan saya menulis posting ini adalah untuk mengingatkan, terutama kepada diri saya sendiri tentang tujuan dan alasan nikah. Jangan sampai kegiatan yang pahalanya besar ini menjadi tak bernilai karena hal-hal sepele seperti keinginan untuk menikah karena alasan lain (selain karena Allah). Misalnya menikah karena sudah berumur, karena disuruh, karena ikut-ikutan, karena seks, karena harta, karena tahta dan lain-lain. Yuk kita luruskan niat menikah kita hanya karena Allah SWT.

Allahu’alam

Untuk anda yang belum menikah, saya sangat menganjurkan membaca juga beberapa quote tentang nikah dari Ust Salim A Fillah. Semoga bermanfaat.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments