Temani Aku didalm Kubur!

Kuburan

AQSOL MADINAH – Semoga anda senantiasa sehat sentosa, tenang sejahtera dan bahagia seutuhnya. Pada judul temani aku didalam kubur ini saya akan menulis sebuah hadits kudsi tentang keadaan seseorang didalam kuburannya. Tentunya hal ini akan bermanfaat untuk bayangan seperti apa kondisi kita didalam kubur kelak? Mari kita simak hadits kudsi dibawah.

...

Al-Bara’ bin ‘Azib ra berkata “Kami keluar bersama Nabi SAW melayat seorang pria dari kaum Anshar. Lalu kami pun sampai ke makam. Ketika dia dikubur, Rasulullah SAW duduk dan kami duduk di sekeliling beliau. Seakan-akan diatas kepala kami ada burung. Beliau memegang kayu yang beliau pukul-pukulkan ke tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya dan bersabda sampai dua atau tiga kali, ‘Minta perlindunganlah kepada Allah dari azab kubur’. Kemudian beliau bersabda, ‘jika seorang mukmin meninggal dan kembali lagi dari akhirat, para malaikat dari langit mendatanginya dengan wajah yang bercahaya, seakan-akan wajahnya adalah matahari. Mereka membawa kain kafan dari surga dan ramuan dari surga. Lalu mereka duduk dekat mukmin itu sejauh pandagan. Kemudian dia ditemui Malaikat maut AS, lalu malaikat maut itu duduk di dekat kepalanya dan berkata ‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah’”.

Nabi SAW melanjutkan, “Ruh itu keluar mengalir seperti air hujan yang mengalir dari saluran air. Lalu malaikat maut membawa ruh itu. Ketika malaikat maut membawa ruhnya, dengan sekejap mata para malaikat itu mengambil ruhnya lalu mengafaninya dengan kafan yang mereka bawa dan memberinya ramuan sehingga ruhnya keluar dari tubuhnya berbau harum seperti wangi miyak kasturi yang ada di bumi”.

Rasulullah SAW melanjutkan, “Para malaikat itu membawa ruhnya ke atas langit, ketika mereka melewati penghuni langit, penghuni langit pasti bertanya, ‘Harum apakah ini?’ Mereka menjawab ‘ini adalah Fulan bin Fulan’. Dengan nama yang paling indah yang disebut di dunia. Hingga mereka sampai ke langit dunia, lalu mereka pun minta dibukakan pintu langit untuknya. Lalu pintunya dibuka. Dia dibawa ke setiap langit hingga sampai ke langit ke tujuh. Lalu Allah berfirman ‘Tulislah catatatan amal hamba-Ku ini di surga tertinggi. Aku akan mengembalikannya ke bumi (tanah), karena Aku menciptakan mereka dari tanah, Aku juga akan mengembalikan mereka kedalam tanah dan suatu hari nanti Aku akan mengeluarkan mereka dari bumi”.

Rasulullah SAW melanjutkan “Lalu ruhnya dikembalikan ke dalam jasadnya. Setelah itu dua malaikat menemuinya dan menundukkannya, mereka bertanya ‘Siapa Tuhanmu?’ Dia menjawab, ‘Tuhanku Allah’. Dua malaikat itu bertanya lagi. ‘Apa agamamu?’ Dia menjawab, ‘Agamaku Islam’. Dua malaikat itu bertanya lagi ‘Siapa orang yang diautus kepada kalian?’Dia menjawab, ‘Dia adalah Rasulullah SAW’, Dua malaikat itu bertanya lagi, ‘Apa ilmumu?’ Dia menjawab, ‘Aku membaca al-Qur’an, lalu aku mempercayainya dan membenarkannya’. Lalu ada suara dari langit berkata, ‘Hamba-Ku benar. Maka berilah dia tempat peristirahatan dari tempat peristirahatan surga, pakaikanlah dia pakaian dari surga dan bukakanlah dia pintu menuju surga’”.

Rasulullah SAW melanjutkan, ‘Lalu dia dibawakan kesenangan dan kenikmatan surga. Dan kuburannya diluaskan sejauh pandangannya. Dia juga didatangi oleh seseorang yang berwajah tampan, berpakaian yang bagus dan tubuhnya wangi, lalu orang itu berkata, ‘Berbahagialah dengan kebaikanmu. Ini adalah hari yang telah dijanjikan kepadamu’. Dia bertanya, ‘Siapa kamu, kamu datang dengan wajah yang tampan dan membawa kabar yang baik?’ Dia menjawab, ‘Aku adalah amal baikmu’. Lalu dia berdo’a, ‘Tuhanku, datangkanlah hari kiamat sehingga aku kembali kepada keluargaku dan hartaku’”.

Rasulullah SAW melanjutkan, “Sementara orang kafir jika dia meninggal maka turunlah dari langit para malaikat berwajah gelap dengan membawa kain kasar, lalu mereka duduk sejauh pandangan darinya. Setelah itu datanglah Malikat Maut dan duduk di dekat kepalany. Lalu malaikat maut berkata, ‘Wahai jiwa yang keji, keluarlah menuju murka Allah’”.

Rasulullah SAW melanjutkan, “Lalu ruhnya terpisah dengan badannya. Malaikat maut mencabut ruhnya seperti mencabut kawat dari bulu domba (wol) yang basah, lalu membawanya. Ketika melaikat mau membawa ruhnya, dengan sekejap mata ruh itu diambil oleh para malaikat itu lalu dibungkus dengan kain kasar yang dibawa mereka, sehingga dia keluar seperti bau bangkai yang ada di bumi. Para malaikat itu membawa ruhnya ke langit. Ketika mereka melewati penghuni langit, para penghini langit pasti bertanya, ‘Bau busuk apa ini?’ Para malaikat itu menjawab, ‘Dia adalah Fulan bin Fulan’. Dengan nama yang paling buruk yang pernah disebutkan di dunia. Sampai di langit dunia, para malaikat itu minta dibukakan pintu langit untuknya tapi pintu itu tidak dibukakan untuknya”.

Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat, (Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk Surga, hingga unta masuk ke lubang jarum). (QS al-A’raf [7]: 40).

“Lalu Allah berfirman, ‘Tulislah catatan amalnya di dalam tahanan di bumi yang palinng bawah’. Lalu ruhnya dilemparkan sekuat-kuatnya’”.

Kemudian Rasulullah SAW membaca, (Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh)(QS al_Hajj [22]: 31).

“Lalu ruhnya masuk kembali ke jasadnya. Setelah itu dia didatangi oleh dua malaikat, kedua malaikat itu menundukkannya dan bertanya, ‘Siapa Tuhanmu?’ Dia menjawab, ‘Hah.. hah.. aku tidak tahu’. Dua malaikat itu bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’, Dia menjawab, ‘Hah.. hah.. aku tidak tahu”. Dua malaikat itu bertanya lagi, ‘Siapa yang diutus kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Hah.. hah.. aku tidak tahu’. Lalu ada suara dari langit berkata, ‘Dia bohong. Maka berilah dia tempat peristirahatan dari neraka, bukakanlah pintu nereka untuknya. Lalu dia didatangi oleh seseorang yang buruk rupa dan pakainnya jelek dan badannya berbau busuk, ia berkata, ‘Bergebiralah dengan segala perbuatan burukmu. Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu’. Lalu dia bertanya, ‘Siapa kamu, kamu datang dengan wajah yang buruk dan kabar yang buruk?’ Dia menjawab, ‘Akulah amal burukmu’. Lalu dia berdo’a, ‘Ya Tuhanku, jangan Kau datangkan hari kiamat’”. (HR Ahmad dan Abu Dawud).

...

Wahai amal-amal kami temanilah kami dengan wajah yang indah dan kabar yang baik. Semoga kita mendapatkan teman yang baik di didalam kubur, amin.

Sumber:
Buku Kompulan Hadis Qudsi Shahih, oleh Syaikh Musthafa al-‘Adawi halaman 114-119 dengan pengeditan seperlunya.

Comments

Popular posts from this blog

Menjawab Komentar Orang Kristen Tentang Al-Maidah Ayat 51

5 YouTuber Indonesia Paling TOP 2015 dan Penghasilannya

Manfaat Jumlah Subscriber untuk Youtuber