Masuk Kampus Lalu Mampus!

kampus

AQSOL MADINAH - Wew! Judulnya pasti membuat orang heran, masuk kampus kok malah mampus? Emang di kampus ada apa sih? Hehe.. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang makhluk kampus yang seharusnya tidak ada di kampus. Emang ada? Kalau tidak ada saya tidak akan menulis judul ini.

Berawal dari curhatan seorang teman yang berkata “Waduh adik saya sudah tes masuk kuliah empat kali tapi belum ada yang keterima. Besok mau tes lagi nih, doain ya sob!”. Yap, persaingan untuk masuk perguruan tinggi Negeri kini memang semakin sulit, apalagi untuk masuk perguruan tinggi favorit. Karena tes masuknya bukan main-main, butuh otak yang mantap, strategi yang tepat dan keinginan yang kuat.

Tapi, ternyata ada orang-orang tertentu yang tidak butuh itu semua untuk masuk perguruan tinggi Negeri. Lantas pakai apa mereka? Apalagi kalau bukan uang? Apalagi kalau bukan jabatan? Sebenarnya hal ini kurang baik untuk diketahui umum, tapi ada baiknya juga anda tahu agar anda tidak penasaran atau bahkan ikut-ikutan menjadi makhluk yang seharusnya tidak ada di kampus.

“Saya bingung menjelaskan kepada orang tua, mereka menyuruh saya memasukkan adik saya ke Kampus lewat jalur tikus”. Keluhan teman saya itu kini bertambah, ternyata yang lebih galau karena belum diterima di kampus Negeri adalah orang tuanya. Dengan keterbatasan pengetahuan dan pemikiran pendek yang dimiliki oleh orang tua, mereka rela untuk membayar berapa saja agar masa depan anaknya terjamin. Padahal belum tentu hal itu bisa menjamin masa depan anaknya.

Coba bayangkan! Ada sebuah lingkungan yang dihuni oleh orang-orang jenius, rajin, pandai, ulet dan memiliki kemampuan akademik diatas rata-rata. Kemudian datang seorang penghuni baru dengan kemampuan jauh dibawah mereka. Kira-kira siapa yang akan tersiksa? Ya, si penghuni baru. Begitu juga di Kampus, orang-orang yang mengandalkan uang dan jabatan untuk masuk Kampus juga akan kesulitan mengikuti pembelajaran di Kampus tersebut. Belum lagi tugas akhir atau skripsi. Yang masuk lewat jalur resmi saja banyak yang mandeg, apalagi yang masuk lewat jalur yang tidak jujur?

Kita memang tidak bisa men-judge mereka yang masuk lewat jalur ghoib sebagai orang yang tidak kompeten. Tentunya semua orang bisa tumbuh dan berkembang dengan kemauan dan usaha yang tinggi. Walaupun memang biasanya hanya sedikit yang seperti itu. Mirisnya, tidak semua orang yang masuk jalur hina tersebut adalah orang yang tidak kompeten. Ada juga orang yang kompeten tapi kurang percaya diri, sehingga memilih jalur yang katanya ‘pasti’.

Kondisi masyarakat kita sekarang ini memang sudah terbiasa dengan suap dan menyuap. Tapi bukan berarti bahwa suap-menyuap adalah benar, karena yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar di mata Allah SWT. Sedihnya, dengan menyuap atau menyogok ternyata tidak menjamin 100% apa yang kita inginkan akan kita dapatkan. Bisa jadi, kita hanya menjadi korban penipuan atau keisengan orang.

Contoh kasusnya seperti ini. Misal, saya adalah seorang Dosen, kemudian ada tetangga saya yang ingin masuk ke Universitas tempat saya mengajar. Tetangga saya tersebut mendatangi saya, meminta bantuan agar anaknya bisa masuk kampus. Karena saya sedang butuh uang maka saya berkata “Oke, saya bisa memasukkan anak saudara, tapi dengan sarat anak saudara harus tetap mengikuti tes seperti yang lain. Saya jamin anak saudara akan masuk, jika anak saudara tidak masuk uang akan saya kembalikan”. Akhirnya terjadilah sebuah transaksi yang dibenci oleh Allah, suap-menyuap.

Sebenarnya saya tidak punya wewenang atau kenalan yang bisa meloloskan seseorang, tapi dengan cara itulah saya bisa mendapatkan uang. Jika tetangga saya masuk maka saya dapat uang, tapi jika tetangga saya tidak masuk maka saya hanya perlu mengembalikan uangnya. Bayangkan! Jika saya melakukan hal tersebut kepada 20 orang calon mahasiswa! Setidaknya dari 20 orang tersebut akan ada satu dua yang lolos seleksi kan?

Itulah kenapa Allah mengharamkan suap-menyuap. Oleh karena itu mari kita jauhi suap-menyuap, karena orang yang melakukan suap-menyuap tempatnya kelak di Neraka, karena dengan kita masuk Kampus lewat jalur suap belum tentu kita bisa keluar kelak (lulus), karena orang yang kita suap belum tentu bisa membuat kita diterima di suatu universitas. So, masih mau masuk kampus lalu mampus?

Allahu’alam, semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Menjawab Komentar Orang Kristen Tentang Al-Maidah Ayat 51

5 YouTuber Indonesia Paling TOP 2015 dan Penghasilannya

Manfaat Jumlah Subscriber untuk Youtuber