Pengalaman Sidang Tilang


Aqsol Madinah – Setelah saya menceritakan pengelaman ditilang dan membuat SIM hilang kembali, kini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman sidang tilang di pengadilan. Mungkin bagi anda yang sudah pernah sidang tilang cerita ini tidak menarik, tapi jangan salah di cerita ini ada bagian lucunya. Buat anda yang belum pernah tentu saya sangat menyarankan untuk membaca artikel ini hingga selesai agar anda tidak tegang dan bisa menghadapi sidang tilang dengan tenang.

Siapa sih yang enggak gondok ditilang? Yap, saya sempat gondok karena saya ditilang Polisi lalu lintas. Sepertinya polisi tersebut melihat plat nomor saya yang sudah kadarluarsa. Sebenarnya saya juga sudah sempat deg-degan ketika melihat polisi di depan, namun setelah melewatinya saya merasa tenang karena tidak diberhentikan. Saya pun memacu kuda besi dengan perlahan, tapi tiba-tiba suara deruman motor besar mendekat, disebelah kanan saya seorang polisi memberi aba-aba untuk berhenti.

Setelah mengucapkan selamat siang dan minta maaf karena telah mengganggu pak Polisi mulai menanyakan kelengkapan dokumen saya. Hal pertama adalah tentang plat motor yang sudah kadarluarsa, pak Polisi pun meminta STNK saya. Setelah dilihat olehnya, dia tidak mendapatkan kesalahan karena saya sudah bayar pajak tapi plat nomor saya belum diganti. Soalnya ketika bayar pajak seharusnya saya dapat plat baru, namun petugas Samsatnya malah bilang “Platnya buat sendiri aja ya pa!”, akhirnya sampai saat itu saya belum buat-buat.

Terkait perpanjangan plat motor, ternyata banyak teman saya yang mengalami pengalaman tidak mengenakan ketika memperpanjang plat motor. Waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan plat nomor oleh pihak Samsat (atau pihak terkait) sangat lama. Jadi, seharusnya jika ada polisi yang menilang karena plat yang kadarluarsa kita tanya balik saja “Kenapa proses pembuatan platnya lama?”. Selain itu, sebenarnya jika kita telat bayar pajak itu bukan urusan pak Polisi dan tidak ada pasal yang membolehkan polisi untuk menilang.

Kembali ke cerita. Setelah gagal mendapatkan kesalahan dari STNK, pak Polisi pun menanyakan SIM saya. Alhasil saya jawab kalau “Tidak punya”. SIM saya sudah lama hilang dan saya belum buat lagi karena sibuk kerja (alias malas). STNK saya diambil dan saya disuruh mengikutinya. Saya pun menurut dan mengikutinya ke sebuah warung kecil dipinggir jalan. Disana lah saya ditilang dan mendapatkan surat tilang warna merah.

Keesokan harinya saya langsung membuat plat baru, lebih tepatnya hanya mengganti tahunnya saja (hehe). Di minggu yang sama saya juga langsung membuat kembali SIM saya yang dulu hilang. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tapi saya agak deg-degan karena besok harus ikut sidang tilang di pengadilan. Sidang kasus pembunuhan Jassica dengan racun sianida membuat saya membayangkan hal yang tidak-tidak.

Saya juga sempat bertanya kepada teman-teman saya yang pernah sidang tilang. Menurut mereka sidangnya hanya sebentar, yang lama hanya antri dan ketika sidang nanti akan diminta uang sesuai dengan kesalahan. Jika pasal yang dilanggar ada 1 maka harus bayar Rp 50.000, jika dua pasal Rp 100.000 dan seterusnya (berlaku kelipatan).

Hari dimana saya disidang pun tiba. Saya datang telat karena ada sedikit urusan rumah tangga. Setelah berhasil menemukan ruangan sidang, saya segera masuk dan mendapati banyak orang disana. Nampaknya mereka juga akan disidang tilang. Ketika saya masuk, mereka sedang berebut menyimpan kertas tilang warna merah diatas sebuah meja. Nampaknya yang lebih dulu menyimpan maka akan disidang lebih dulu. Saking ramenya, sang petugas berkata “Tenang! Sabar! Pelan-pelan! Nanti juga di bolak-balik lagi..”. setelah di meja sepi, saya baru menyimpan kertas tilang. Jadi saya adalah orang terakhir. Saya pasrah, sepertinya saya akan lama menunggu karena yang ditilang banyak sekali.

Sambil duduk memainkan HP, saya dengar ada beberapa orang yang dipanggil petugas. ‘Cepat juga’, gumam saya dalam hati. Namun ternyata orang yang dipanggil adalah mereka yang bermasalah, STNK nya tidak ada di pengadilan. Ada yang STNK nya sudah dipindahkan ke kejaksaan karena jadwal sidangnya minggu kemarin dan ada juga yang STNK nya masih di Polsek atau Polres dimana orang itu ditilang. Saya jadi deg-degan, takut STNK saya juga tidak ada. Tapi alhamdulillah nama saya tidak dipanggil-panggil.

Beberapa saat kemudian, dengan pasrah saya menunggu dan menyiapkan diri untuk menunggu lama. Beberapa nama mulai dipanggil. Ketika saya sedang asik membaca sebuah berita di HP, nama saya dipanggil. Apa? Perasaan saya terakhir mengumpulkan kertas merah. Tapi ternyata benar, nama saya yang dipanggil. Dengan gusar saya menuju hakim, disana saya ditanya kesalahan saya, memberikan STNK dan disuruh membayar Rp 50.000 kepada orang yang duduk di meja di sampingnya. Nampaknya tumpukan kertas merah tadi dibalik dan orang terakhir yang datang mendapatkan panggilan duluan.

Yap, itulah pengalaman sidang tilang saya. Punya pengalaman serupa? Punya pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar dibawah.

Terimakasih, semoga bermanfaat.



Temukan juga Aqsol Madinah di:

Comments

Popular posts from this blog

Menjawab Komentar Orang Kristen Tentang Al-Maidah Ayat 51

5 YouTuber Indonesia Paling TOP 2015 dan Penghasilannya

Manfaat Jumlah Subscriber untuk Youtuber