Debat Pilgub Banten, Wahidin Tampar Rano!

debat pilgub Banten 2017
Aqsol Madinah – Pilgub tahun ini seolah hanya terfokus pada Jakarta, kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok adalah salah satu pemucunya. Namun jangan sampai kita lupa daerah lain selain Jakarta, contohnya Banten.

Banten memiliki potensi daerah yang tinggi. Loksainya yang sangat dekat dengan ibu kota dan luasnya lahan kurang poduktif di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak menjadi madu yang direbutkan banyak orang.

Wahidin VS Rano

Kursi Gubernur Banten pada tahun 2017 ini akan diperebutkan oleh 2 pasang calon. Calon pertama adalah Wahidin (Mantan Wali Kota Tangerang) dan Andika (Adik Ratu Atut), sementara calon kedua adalah Rano Karno (Petahana dan mantan artis) dan Embay (Tokoh Banten).

Pada artikel ini saya akan membahas tentang beberapa hal yang menjadi topik debat. Pertama adalah tentang Kesejahteraan petani, kedua tentang playanan kesehatan, ketiga tentang pembuatan KTP dan terakhir tentang Korupsi Bank Banten.

Kesejahteraan Petani

Mayoritas penduduk banten berporofesi sebagai petani. Namun sayang, kesejahteraan mereka kurang mendapat perhatian. Terbukti dari Nilai Tukar Petani yang menurun sebesar 1,32%. Kebanyakan dari petani juga menyandang status miskin.

Wahidin mengatakan "Petani terdesak kekurangan lahan, sebagian lahan di Banten dikuasai investor orang berduit. Pandeglang dan Lebak masyarakat produktif tidak pilih jadi petani sebagai profesi". Menurut Wahidin masalah ini bisa diatasi dengan memberikan insenttif kepada para petani, memberikan fasilitas transportasi yang murah dan mengadakan bimbingan untuk meningkatkan mutu hasil produksi mereka.

Lain halnya dengan Rano yang membantah petani tidak sejahtera. "Saya khawatir ini beda data. Ini BPS. Produksi padi kami 2014 (sebanyak) 2,45 juta ton, sekarang 2,88 juta ton". Jika melihat data ini, memang telah terjadi peningkatan produksi padi. Walaupun menurut saya peningkatan produksi ini langsung berpengaruh terhadap kesejahteraan petani.

Lantas bagaimana sebenarnya kondisi kesejahteraan petani banten? Silahkan tanya teman atau saudara anda yang ada di Banten!

Pelayanan Kesehatan

Seorang rakyat dari Banten menanyakan tentang program kesehatan yang akan dilaksanakan oleh kedua calon Gubernur. Lantas bagaimana tanggapan Wahidin dan Rano?

Rano menyatakan bahwa untuk masalah kesehatan sudah ada BPJS. Walaupun sering terjadi kendala, menurutnya hal ini bisa diperbaiki dengan mentoring dan evaluasi. Pasangannya juga tidak punya program lain tentang kesehatan ini.

Pada pertanyaan moderator sebelumnya tentang gizi buruk, Rano mengatakan "Kami hanya memberikan stimulan bantuan. Setiap tahun cukup besar bantuannya. Tahun 2016 kemarin hampir Rp 550 M. Salah satu komponen adalah menekan gizi buruk ini".

Beda dengan Wahidin, beliau menyatakan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab pemerintah. Oleh karena itu, beliau berjanji akan mengupaayakan program berobat gratis dengan berkoordinasi dengan pemerintah kota.

Selain itu beliau juga berencana untuk meningkatkan peran puskesmas dari berobat jalan menjadi berobat inap dan menyalurkan tenaga medis lebih banyak lagi terutama untuk daerah pelosok.
Untuk masalah gizi buru, Wahidin hanya berkata "Gizi buruk itu 6 bulan bisa selesai. Saya pengalaman”.

Jadi calon pemimpin mana yang lebih tahu masalah dan solusiya?

Pembuatan KTP

Kemarin-kemarin saya bersama istri sempat ingin membuat KTP baru, seteah tanya-tanya kepada petugas capil ternyata tidak bisa karena blankonya habis. Walah, lantas siapa yang salah? Capil? Pemerintah kota? Atau pemerintah Provinsi?

Menurut Wahidin masalah pelayanan pembuatan KTP yang lama, nganri dan sering terjadi pungli ini adalah masalah serius yang harus diatasi. Berdasarkan hasil blusukan Wahidin ke Capil, salah satu kendala pembuatan KTP yang lama adalah karena pengadaan tinta yang lama. Sementara pengadaan tinta adalah tanggung jawab pemerintah Provinsi. Kalau blanko itu tanggung jawab pemerintah Kota.

Mirisnya, Rano merasa masalah pembuatan KTP bukanlah tanggung jawab pemerintah Provinsi, tapi tanggung jawab pemerintah Kota. Anehnya, Rano seakan tidak tahu masalah-masalah yang terjadi seputar pelayanan pembuatan KTP.

Jadi? Ah sudahlah, silahkan simpulkan sendiri.

Korupsi Bank Banten

Masalah korupsi Bank Banten adalah masalah yang paling menarik menurut saya. Beberapa waktu sebelumnya sada dengar ada sekolompok mahasiswa yang demo ke KPK untuk mengusut korupsi di pilkada Banten.

Entah korupsinya apa, saya kurang tahu. Mungkin ada hubungannya dengan korupsi Atut saat menjabat sebagai Gubernur dulu karena sekarang anaknya Andika menjadi calon wakil Gubernur. Atau mungkin memang ada korupsi di Bank Banten?

Menurut Wahidin, telah terjadi korupsi di Bank Banten, buktinya adalah operasi tangkap tangan (OTT) yang telah dilakukan KPK terhadap direktur Bank Banten. Rano membantah dan mengatakan bahwa tidak ada korupsi apapun di Bank Banten.

Wahidin tidak menyerah, beliau mendesak Rano untuk berkata dan mengakui bahwa telah terjadi Korupsi. “Tinggal katakana saya sebagai gubernur tidak terlibat!” desak Wahidin. Ahirnya Rano berkata bahwa yang ditangkap bukan direktur Bank Banten tapi Bank Pundi.

“Bank Pundi punya siapa?” tanya Wahidin, “punya BUMD” jawab Rano. “Nah itu!” kata Wahidin.

Biarlah artiel dibawah ini yang menjawab:

http://www.antaranews.com/berita/532601/kpk-tangkap-seorang-direktur-bank-daerah-banten

Sebenarnya debat ini kurang menarik, karena 2 pasang calon tersebut tidaklah seimbang. Jika dilihat dari background pendidikannya, sudah jelas Wahidin unggul dengan gelar DR dan M.Si nya. Sedangkan Rano? Beliau hanya lulusan sarjana ilmu politik.

Pernahkan anda melihat Rano berpidato? Saya pernah! Saya melihat langsung dengan kepala mata saya sendiri pak Rano berpidato dengan membaca text. Hmm.. menurut saya skill public speaking pak Rano memang sangat rendah jika dibandingkan dengan pak Wahidin.

Walaupun kita hanya disuguguhkan dengan 2 pasangnan calon yang sama-sama buruk, kita tetap harus memlih. Kita harus memilihh calon guberner yang akan menjabat selama 5 tahun.

Dinasti atau PKI?

Inilah serangan yang sering dilakukan pada pilkada Banten 2017. Tim sukses Wahidin diserang dengan kata DINASTI yang melekat pada Andika (anak Atut) dan tim sukses Rano di serang dengan PKI karena didukung oleh PDIP. Loh kok apa hubungannya PDIP dengan PKI? Coba baca artikel dibawah ini!

http://www.voa-islam.com/read/opini/2014/06/30/31266/militer-khawatir-bangkitnya-pki-di-indonesia-melalui-pdip/
PKI di PDIP

Kesimpulan

Memilih calon yang akan menjadi pemimpin kita memang tidak mudah. Debat pilgub bukanlah satu-satunya alasan untuk memilih. Ketika sudah menjabat nanti seperti apa, kita sama sekali tidak tahu dan tidak ada seorang pun yang menjaminnya.

Tapi dari hasill debat saya melihat Wahidin levelnya jauh lebih baik, lebih professional dan lebih meyakinkan dibandingkan Rano.

Well, ini hanya argemen saya saja, belum tentu benar, yang pasti benar hanya Allah dan Rasul-Nya.
Sependapat atau tidak, silahkan tulis opini anda di kolom komentar dibawah.

Allahu'alam.

Terimakasih.

Temukan juga Aqsol Madinah di:

Comments

Popular posts from this blog

Menjawab Komentar Orang Kristen Tentang Al-Maidah Ayat 51

5 YouTuber Indonesia Paling TOP 2015 dan Penghasilannya

Manfaat Jumlah Subscriber untuk Youtuber