Jangan Cuma Ikut Training Motivasi

setelah ikut training motivasi
Aqsol Madinah – Malik baru saja ikut acara training motivasi yang diselenggarakan oleh sekolahnya. Besoknya, Malik terlihat begitu bersemangat untuk belajar di Sekolah, tempat les dan bahkan di rumah.

Namun, seminggu kemudian semangat itu menguap entah kemana. Malik kembali menjadi anak yang malas seperti saat sebelum ikut training motivasi. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah pengaruh training motivasi hanya beberapa hari saja?

Yap, itulah dua pertanyaan yang akan berusaha kami jawab pada artikel ini. Selain menjawab kedua pertanyaan diatas, kami juga memiliki tips dan tools motivasi atau alat motivasi yang bisa anda gunakan untuk mengikat motivasi anda. Dengan begitu anda bisa tetap menjalani hidup penuh semangat dengan izin dan kehendak-Nya.

Loyo setelah ikut training motivasi

Jujur, saya sendiri pernah mengalami hal ini dan mungkin anda juga pernah merasakan hal yang sama.

Sehari, dua hari, tiga hari motivasi kita masih tinggi. Tapi apa yang terjadi di hari-hari berikutnya? Soalah-olah acara training motivasi tidak pernah ada, alias tidak ada pengaruhnya. Kalau acaranya gratis sih tidak masalah. Yang sayang itu kalau acara bayar dan tidak ada bekasnya.

Menurut beberapa motivator yang sempat saya tanya, hal ini terjadi karena memang ketika acara sang motivator berhasil membangkitkan motivasi peserta. Hanya saja, motivasi itu tidak bisa bertahan lama karena berasa dari luar, bukan dari dalam diri peserta. Alhasil, motivasi positif yang diberikan oleh motivator kalah dengan motivasi negatif yang dipengaruhi lingkungan setelah ikut training.

Memang, tidak semua akan langsung loyo. Ada yang bertahan sehari, dua hari, seminggu, sebulan atau bahkan ada juga yang bertahan selama-lamanya. Tergantung pada motivasi yang berasal dari diri sendiri.

Motivasi pada diri manusia bersifat sama dengan iman, fluktuatif, kandang naik dan kadang turun. Kondisi ini juga menyebabkan banyak yang loyo lagi setelah termotivasi.

Tips setelah ikut training motivasi

Nah, sekarang kita akan bahas tentang apa yang harus kita lakukan setelah ikut training motivasi.

Pertama, jangan lupa catat materi yang diberikan oleh motivator! Catatan ini bisa anda baca kembali ketika anda merasa motivasi anda sedang kendor atau menurun. Insyallah catatan ini bisa berfungsi sebagai charger.

Kedua, ikat hasil training dengan tools motivasi yang berbentuk visual!

Anda pernah melihat visi sebuah perusahaan yang ditempel besar? Ya, anda juga harus seperti itu!

Ketika mengikuti training, anda pasti disuruh untuk mencatat, gol, tujuan, visi, cita-cita atau mimipi anda. Tapi jarang ada orang yang menempel catatan tersebut di kamarnya, di atas cermin tontohnya.

Dengan melihat gol atau mimpi setiap hari, kita akan selalu ingat dengan gol atau mimpi kita. Insyallah, jika sering melihat maka kita akan selalu ingat, dengan ingat maka kita akan terus fokus mengejar gol dan mimpi kita.

Satu lagi, catatlah gol atau mimpi anda dengan detail. Misalkan gol anda adalah ingin mendapatkan 100.000 subcriber di channel YouTube, maka tulis gol tersebut dan tulis juga di umur berapa tahun anda berencana merealisasikannya.

Cara buatnya gimana? Tidak usah khawatir, saya sudah menyiapkan tools motivasi dalam bentuk PDF yang bisa anda download di bagian bawah artikel ini.

Tools motivasi

Pada artikel ini saya lampirkan 3 tools motivasi, yaitu Kelemahan VS Kelebihan, target tahunan/life map dan wish list.

Pada tool Kelemahan VS Kelebihan anda harus menuliskan kelemahan dan kelebihan anda. Kelemahan dan kelebihan ini dibagi berdasarkan berbagai peran atau kategori.

Misal, kategori pertama adalah ibadah. Anda bisa mengisi pada kolom kelebihan dengan ibadah-ibadah yang sering anda kerjakan, contoh; shalat berjamaah, puasa sunah, dll. Semenara di bagian kekurangan anda bisa mengisinya dengan ibadah-ibadah yang jarang atau belum pernah anda kerjakan, contoh; haji, umrah, dakwah, dll.

Begitu pula dengan kategori atau peran lain. Misalkan kategori kerja, berarti tentang kekurangan dan kelebihan anda saat bekerja di kantor.

Dengan tool kelemahan vs kelebihan anda bisa fokus memperbaiki kelemahan anda dan terus mempertahankan atau bahkan meningkatkan kelebihan anda.

Tools selanjutnya adalah target tahunan (life map). Ini adalah tool yang paling saya suka, di tool ini kita benar-benar bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan dari sekarang hingga mati.

Di tool ini juga kita bisa melihat capaian-capaian kita di masa lalu. Dengan begitu kita tidak bingung menuntukan hal apa yang akan kita capai di masa yang akan datang. Tinggal disesuaikan.

Tools yang ke tiga adalah wish list. Sebenarnya tool ini hanya berisi daftar keinginan atau capaian yang ingin kita raih, mirip dengan tools life map diatas.

Tapi tool ini memiliki kelebihan lebih fokus ke capaian dan ketika capaian sudah tercapai kita bisa ceklis untuk menandainya.

Print lah ke tiga tools ini, kemudian tulis dengan tangan dan tempel di tempat yang mudah dilihat setiap saat.

Sekian posting hari ini mengenai hal yang harus dilakukan setelah ikut training motivasi. Semoga bermanfaat dan semoga apa yang kita tuliskan di tool motivasi semuanya bisa terlaksana. Amin.

Jangan lupa berdoa! Karena pada dasarnya segala hal yang terjadi di dunia ini adalah karenan kehendak-Nya.

Download tool motivasi:

  1. Kelemahan VS kelebihan
  2. Life Map
  3. Wish List
 Temukan juga Aqsol Madinah di:

Comments

Popular posts from this blog

Menjawab Komentar Orang Kristen Tentang Al-Maidah Ayat 51

5 YouTuber Indonesia Paling TOP 2015 dan Penghasilannya

Manfaat Jumlah Subscriber untuk Youtuber