Ahok Minta Maaf Setelah Bikin Geger


Setelah menistakan Al-Qur’an di Pulau Seribu, kini Ahok malah menistakan Ulama. Tidak ada kapok-kapoknya memang!

Peristiwa tersebut terjadi pada persidangan ke-8 yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa 31 Januari 2017.

Ulama yang dinista oleh Ahok adalah KH. Makruf Amin. Beliau adalah Ketua Umum MUI sekaligus Rais Am PBNU. Pada hari itu beliau hadir di persidangan sebagai saksi.

Perlakuan terhadap KH Ma'ruf Amin dinilai tidak manusiawi karena beliau harus menjawab pertanyaan selama 6 jam. Padahal, usia beliau sudah mulai renta.

Tidak hanya itu, pertanyaan yang dilontarkan juga cenderung menekan, mengintimidasi dan diulang-ulang. Perlakuan ini seperti sudah direncanakan karena persidangan tidak ditayang live di TV.

Ahok mengancam KH Ma'ruf Amin

Seperti apa ancaman Ahok terhadap KH Ma'ruf Amin? Silahkan simak kalimat berikut.

"Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi saya berterimakasih ngotot bahwa saudara saksi tidak berbohong, tapi kalau berbohong kami akan proses secara hukum saudara saksi, untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti".

Yap, kata-kata tersebut sangat penuh dengan ancaman. Mengingat status KH Ma'ruf sebagai ulama dan sudah sepuh kami rasa kata-kata itu sangat tidak patut untuk dikatakan. Sangat tidak beretika dan tidak bertatakrama.


Aa Gym merespon

Kejadian ini pun membuat Aa Gym angkat bicara. Melalu akun twitternya (@aagym) beliau menyampaikan twit seperti berikut:
Wajar Aa berkata demikian, karena beliau ber empati kepada KH Ma'ruf.

Jika kita tidak merasakan yang sama seperti Aa, sudah seharusnya kita memperbanyak istiqfar. Mungkin karena dosa-dosa yang terlampau banyak hati kita mulai mengeras.

Ahok sadap SBY

Tidak hanya mengancam KH Ma'ruf. Ahok juga menduga Kiai Ma'ruf sempat menerima telepon dari SBY pada tangal 6 Oktober 2017.

"Dan tanggal 7 dan tanggal 6 ada bukti nelepon untuk diminta dipertemukan, artinya saksi sudah tidak pantas jadi saksi, karena sudah tidak objektif, ini sudah mengarah mendukung pasangan nomor urut satu." kata Ahok.

Tentunya kata-kata ini tidak hanya menyerang KH Ma'ruf, tapi juga menuduh SBY terlibat.

Begitulah orang yang tidak bisa menjaga mulut, asal ceplas-ceplos.

Dengann kalimat ini, SBY dan KH Ma'fur bisa melapurkan Ahok karena telah melakukan penyadapan ilegal.

Akhirnya Ahok Minta Maaf

Setelah peristiwa ini ramai di media akhirnya Ahok minta maaf.

"Saya meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau,"

"Saya hanya disodorkan berita liputan6.com tanggal 7 Oktober bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Ma'ruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada penasihat hukum saya,"

sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/01/15051811/ahok.saya.minta.maaf.kepada.kh.ma.ruf.amin.

Permintaan maaf ini adalah suatu bukti bahwa Ahok bersalah. Yap, kalau tidak salah ngapain minta maaf?

Ini bisa dipidanakan.

Kubu Ahok langsung minta maaf karena kejadian ini berdampak buruk pada Pilgub DKI 2017.

Entah hari ini, esok atau lusa ada teroris atau kasus gorengan apa lagi.

Allahualam.

Comments

Popular posts from this blog

Menjawab Komentar Orang Kristen Tentang Al-Maidah Ayat 51

5 YouTuber Indonesia Paling TOP 2015 dan Penghasilannya

Manfaat Jumlah Subscriber untuk Youtuber