Keputusan Trump Tentang Yerusalem Tunjukkan Bahwa Amerika dan Israel Sama Saja!

Amerika dan Israel sama saja
Aqsol madinah - Presiden Amerika, Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu (6 Desember 2017) bahwa dia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memulai proses pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota Yerusalem. Trump tidak mempercayai orang-orang Palestina dan pemimpin-pemimpin dunia.

Perlu diketahui! Tidak ada satu negara pun yang saat ini memiliki kedutaan besarnya di Yerusalem.

Yerusalem Barat diakui oleh Israel selama perang Arab-Israel 1948, ketika itu lebih dari 750.000 orang Palestina diusir dari kota bersejarah Palestina. Kota ini disebut oleh orang Palestina sebagai Nakba (malapetaka) ketika Israel didirikan secara resmi.

Israel kemudian menduduki dan mencaplok bagian timur kota setelah kemenangan militernya dalam perang 1967, namun penguasaannya atas Yerusalem Timur tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai calon ibu kota negara mereka, sementara Israel mengatakan bahwa kota tersebut tidak dapat dibagi.

Sementara itu.

Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengucapkan terima kasih kepada Trump atas keputusan ini. Para pemimpin Palestina merespon dengan mengumumkan tiga "hari kemarahan" untuk memprotes langkah kontroversial tersebut.

Munther Amira, kepala komite koordinasi perjuangan rakyat Bethlehem, mengatakan kepada media Al Jazeera bahwa Yerusalem adalah "garis merah" bagi orang-orang Palestina.

"Keputusan ini bertentangan dengan hukum internasional dan melawan hak-hak kita sebagai warga Palestina," kata Amira, matanya merah karena gas air mata saat demonstrasi di Betlehem.

"Bertahun-tahun negosiasi dalam proses perdamaian ini didasarkan pada solusi dua negara, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota kita," kata Amira, menambahkan bahwa keputusan tersebut akan mengarah pada "intifada" baru, atau pemberontakan, terhadap kedua Trump dan Israel.

"Trump tidak hanya mengumumkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Dia telah menunjukkan kepada kita dengan jelas bahwa AS dan Israel adalah sama."

Beberapa warga Palestina dalam demonstrasi tersebut mengatakan bahwa mereka tidak pernah dapat mengunjungi Yerusalem.

Israel mempertahankan kontrol ketat atas akses ke Yerusalem, dan orang-orang Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza memerlukan izin khusus yang dikeluarkan Israel untuk memasuki kota suci tersebut.

Begitulah kondisi Palestina hari ini, mari kita doakan mereka dan lakukan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menolong mereka.

Saya menulis ini sebagai perjuangan saya membela Palestina. Anda bisa berkontribusi dengan membantu saya menyebarkan (share) artikel ini.

Palestina merdeka adalah harga mati!

Click to comment