Cara Mudah Bahagia Menurut Al-Qur’an

Assalamualaikum Wr Wb

Alhamdulillahirabbilalamin, kita bersyukur atas terkabulnya doa-doa yang kita panjatkan dan kita juga bersyukur atas apa-apa yang telah Allah berikan tanpa kita memintanya (doa).

Shalawat beserta salam mari kita ucapkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Shawalawat sebagai bukti cinta kita kepada beliau dan sebagai alat tukar untuk syafaat di hari kiamat.

Semua orang ingin bahagia, termasuk Anda. Artikel ini akan membuat Anda kaget karena ternyata cara bahagia menurut Al-Qur’an itu sangat mudah dan sangat sederhana.

Selamat menyimak.
Ilmustrasi bahagia saat tersenyum
Ekspresi bahagia

Apa itu Bahagia?

Jika bahagia itu ada karena banyak harta, maka niscahya tidak akan ada pejabat yang korupsi. Kan mereka udah kaya? Bahkan, ada juga loh orang kaya yang bunuh diri.

Jadi bahagia itu tidak ada hubungannya dengan harta.

Mungkin Anda pernah menulis status di Facebook “Bahagia itu sederhana, bla.. bla.. bla..”, misal “Bahagia itu sederhana, Minum es buble saat terik panas kayak kini”.

Kalaupun belum, mungkin Anda pernah melihat status seperti diatas. Nah kira-kira, ketika kita menulis status seperti diatas apa yang kita rasakan?

Senang?

Nikmat (enak)?

Tenang?

Nyaman?

Segar?

Yap, apapun yang Anda rasakan, saya jamin ketika kita merasa bahagia maka kita tidak merasakan khawatir dan sedih.

Karena dua kata inilah yang menyebabkan kita TIDAK BAHAGIA.

Misal ada seseorang yang meminjam uang riba dari Bank untuk usahanya. Namun seiring berjalannya waktu, Allah mulai memeranginya sesuai janji-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat  279:

Maka jika kamu tidak mengerjakannya (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Kemudian Allah memberikan kesempitan pada usahanya, qodarullah dia tidak bisa membayar cicilan dan merasa hawatir (gelisah) setiap saat karena takut hutangnya ditagih pihak bank.

Apakah dia bahagia? Tentu tidak. Kenapa? Karena dia merasa khawatir.

Dari cerita ini kita juga dapat kosa kata baru yaitu ‘gelisah’. Menurut saya pribadi gelisah adalah khawatir dalam tingkatan yang lebih tinggi. Atau bisa juga didefinisikan ‘khawatir banget’.

Pernahkah Anda merasa gelisah? Seringkah?

Kita lanjut ceritnya

Setelah usahanya bangkrut, pihak bank semakin sering datang ke rumahnya karena tunggakan semakin besar. Pihak bank sama sekali tidak ingin tahu dengan masalahnya dan terus menekan untuk membayar hutang.

Sampai akhirnya dia tidak kuat lagi dengan tekanan bank dan menjual rumahnya untuk melunasi hutang.

Kini ia kehilangan rumah dan merasa sedih karena tinggal di kontrakan yang kondisinya memprihatinkan.

Kalau sudah sedih, mungkin gak bisa merasa bahagia? Tentu tidak, karena sedih adalah kebalikan dari bahagia.

Jadi kalau mahagia, ya sedihnya di buang dulu.

Baiklah, dari cerita diatas ada dua kata yang ingin saya garis bawahi yaitu khawatir dan sedih. Bukankah jika kita tidak merasa khawatir dan tidak merasa sedih berarti kita bahagia?

Jika Anda ingin bahagia maka jangan khawatir dan jangan bersedih. Caranya? Hindari segala hal yang bisa membuat Anda khawatir dan sedih!

Pertanyaannya, hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan khawatir dan sedih?

Ternyata, jawabannya ada di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat ke 37:

Kami berfirman: "Turunlah kamu semua-nya dari Surga! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Ayat diatas bercerita tentang perintah Allah kepada Nabi Adam AS dan istrinya Hawa. Setelah perintah diatas maka mereka turun dari Surga dan tinggal di Bumi.

Yang dimaksud dengan kata petunjuk-Ku dalam ayat diatas adalah wahyu Allah. Pada masa kita sekarang, wahyu tersebut terkumpul dalam kitab Al-Qur’an.

Jadi dari ayat diatas kita bisa mendapatkan sebuah rumus bahagia yang mudah dan sangat sederhana.

Bahagia = Mengikuti Al-Qur’an

Kalau Anda mau bahagia, ya ikuti Al-Qur’an. Ikuti perintah Allah dan jauhi larangan-Nya.

Sayangnya banyak dari kita yang tidak tahu karena tidak berilmu, enggan tahu karena enggan mencari ilmu atau bahkan ngeyel karena udah tahu tapi gak mau melaksanakan.

Kita harus yakin bahwa perintah Allah itu adalah kebaikan dan berujung pada kebahagiaan.

Contohnya:

Perintah untuk shalat supaya kita inget Allah. Kalau sudah inget Allah hati akan tenang (bahagia) dan terhidar dari perbuatan buruk (keji dan mungkar). Dengan catatan shalatnya benar.

Perintah untuk sedekah untuk membersihkan harta kita. Sedekah juga pasti dibalas, minimal 10 kali lipat. Hanya saja balasannya belum tentu dalam bentuk harta atau uang, bisa dalam bentuk kesehatan, terhindar dari musibah, ilmu yang bermanfaat, iman atau hidayah.

Perintah jalan-jalan setelah shalat Jum’at supaya dapat karunia dari Allah. Kaget? Sama saya juga, Islam itu emang komplit, jalan-jalan aja disuruh, udah gitu dapet karunia lagi. Oya karunia bisa dalam bentuk rizki juga loh.

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung.  [Al-Jumu’ah (62): 10]

Sebaliknya, larangan Allah adalah keburukan dan berujung pada kesengsaraan (tidak bahagia).

Contohnya:

Makan riba terus diperangi sama Allah dengan cara bangkrut usahanya, musibah atau kecelakaan, gelisah terus menerus atau rizkinya tidak berkah (selalu merasa kurang).

Judi lalu jatuh miskin dalam sekejap. Judi itu udah keliatan banget buruknya, ketika melakukan judi saja kita sudah gelisah karena takut kalah. Padahal gelisah adalah lawan kata dari bahagia atau tenang.

Pacaran kemudian digebuki masa. Hati-hati buat cowo! Kalian punya hormon (nafsu) yang bisa meledak setiap saat. Hati-hati buat cewe! Sekuat apapun iman dan kesadaran kalian, kalian tidak akan berdaya melawan 1000 jurus cowo.

Jangan sombong dengan mengimbuhi pacaran dengan kata islami atau syar’i. Setan itu tidak pernah pensiun, jam kerjanya 24 jam, pengalamannya lebih lama total umur manusia dan mereka professional di bidangnya.

Jangan biarkan setan masuk dengan pintu pacaran!

Kesimpulan


  • Semua orang pasti bisa bahagia, termasuk Anda.
  • Cara bahagia menurut Al-Qur’an ternyata sangat mudah dan sangat sederhana. Tinggal ikuti perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya (taqwa).
  • Saran saya, jangan terlalu fokus pada bahagia, fokuslah pada taqwanya! Dengan begitu bahagia akan menjadi surprise yang sempurna.
  • Jangan lupa juga bahwa setiap kita pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan. Maka solusinya ada di dalam Al-Qur’an, dengan sukur dan sabar sebagai pilihannya.


Mohon maaf jika ada salah-salah kata.

Terima kasih.

Semoga bermanfaat dan sebarkan (share) untuk berbagi kebahagian.

Waalaikumussalam Wr Wb

0 Response to "Cara Mudah Bahagia Menurut Al-Qur’an"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel